Polda Kalsel Tetap Jaga Karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi

Polda Kalsel Tetap Jaga Karhutla di Jalan Gubernur Syarkawi

KALSEL - Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H. memimpin langsung pemantauan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar, Jumat (25/9/2026) sore.

Penanganan dilakukan di area sekitar 6,7 hektare yang sebelumnya terdapat banyak titik panas (hotspot) dan titik api (firespot).

Kapolda Kalsel bersama Pejabat Utama Polda Kalsel dan Kapolres Banjar turun langsung memantau kondisi di lapangan. Pemantauan juga dilakukan menggunakan drone thermal untuk melihat titik panas yang masih muncul dan mengetahui sebarannya secara lebih jelas.

Masih ditemukan beberapa titik panas dan titik api yang perlu ditangani. Untuk mempercepat penanganan apabila kembali muncul titik api, petugas menyiagakan dan menyebar sejumlah kolam bioflok yang telah diisi air di dalam area terdampak.

Personel juga tetap disiagakan di lokasi sepanjang malam untuk melakukan pemantauan dan penanganan apabila terjadi titik api baru.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, pemantauan dan pemadaman terus dilakukan di kawasan tersebut karena masih terdapat titik panas yang perlu ditangani.

“Personel tetap disiagakan di lokasi. Pemantauan dilakukan menggunakan drone thermal dan sumber air juga sudah disiapkan untuk mempercepat penanganan apabila kembali muncul titik api,” kata Kabid Humas Polda Kalsel.

Selain pemadaman, Polda Kalsel juga terus menyiapkan cairan pemadam berbahan surfaktan. Saat ini produksinya masih dilakukan secara manual sehingga jumlahnya masih terbatas.

Dalam dua minggu ke depan, mesin mixer mekanis dan bahan baku yang telah dipesan ditargetkan tiba di Kalimantan Selatan untuk mendukung produksi cairan pemadam dalam jumlah lebih besar.

Kawasan Jalan Gubernur Syarkawi menjadi salah satu fokus penanganan karena banyaknya hotspot dan firespot yang berpotensi menimbulkan kabut asap hingga wilayah Banjarbaru. Upaya pemadaman dan pemantauan terus dilakukan agar kondisi tersebut tidak kembali terjadi seperti hari-hari sebelumnya.